Ekonomi Bisnis

Gubernur Khofifah: Rekor MURI Inseminasi Buatan 2025 Bukti Transformasi Besar Peternakan Jawa Timur Pasca Wabah PMK

3
×

Gubernur Khofifah: Rekor MURI Inseminasi Buatan 2025 Bukti Transformasi Besar Peternakan Jawa Timur Pasca Wabah PMK

Sebarkan artikel ini

Gubernur Khofifah: Wujud Komitmen Kuat Mendorong Reproduksi Ternak Modern dan Berkelanjutan

JEMBER, 30 November 2025 – Keaktifan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan program inseminasi buatan pada ternak sapi berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Dalam kurun waktu Januari hingga 24 November 2025, inseminasi buatan pada 1.099.397 ekor sapi di Jatim dicatat MURI sebagai rekor inseminasi buatan kepada ternak sapi terbanyak dalam kurun waktu satu tahun. 

Piagam penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Nomor 12524/R.MURI/XI/2025 tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Marketing MURI Awang Rahargo kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam rangkaian acara Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan Jawa Timur Tahun 2025 yang diselenggarakan di City Forest Jl. Koptu Berlian, Jambutan, Tegalgede Kec. Sumbersari Kab. Jember, Senin lalu.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menegaskan, capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah, para petugas lapangan (dokter hewan, paramedik veteriner, inseminator, pemeriksa kebuntingan) dan peternak dalam mendorong optimalisasi reproduksi ternak secara modern dan berkelanjutan untuk peningkatan populasi sapi.

"Alhamdulillah, capaian ini adalah buah kerja keras para peternak dan penggemuk sapi, tentu kami menyampaikan terima kasih panjenengan semua yang berhak menerima," katanya.

Menurutnya capaian ini akan menjadi motivasi dan semangat tersendiri bagi para peternak dan penggemuk ternak di Jawa Timur. Gubernur Khofifah menyebut para peternak dan penggemuk ternak telah banyak melakukan inisiasi dan inovasi hingga berhasil menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan populasi dan produktivitas sapi tertinggi nasional.

"Panjenengan semua telah berinisiatif melakukan banyak inovasi, melakukan banyak kerja kerja produktif sehingga populasi sapi potong dan sapi perah di Jawa Timur terbesar di antara seluruh provinsi di Indonesia," terangnya.

Sebelumnya di sepanjang tahun 2024, Jawa Timur menghasilkan kelahiran pedet atau anak sapi sebanyak 1,1 juta ekor yang menjadi capaian tertinggi secara nasional. Capaian ini didukung dengan sumber daya manusia sebanyak 1.417 inseminator atau petugas kawin suntik di Jawa Timur. 

Gubernur Khofifah menyebut upaya inseminasi buatan ini juga menjadi langkah lanjutan untuk meningkatkan populasi dan produktivitas pasca wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi, kambing, domba, kerbau, dan babi pada tahun 2022 lalu.

"Banyak ternak yang sakit, mati, dan harus dipotong paksa dan ini berdampak langsung pada penurunan populasi dan produktivitas ternak, termasuk menurunnya produksi susu, daging, dan kelahiran pedet," ungkapnya.

Upaya lainnya untuk pengendalian wabah PMK yang presisi dilakukan melalui pengobatan ternak sakit, vaksinasi ternak sehat, dan desinfeksi lingkungan. Hasilnya di tahun 2024, statusnya telah menurun dari Wabah menjadi Tertular.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kekompakan Tim Satgas PMK terdiri dari BNPB, Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, TNI, dan Polri, wabah PMK telah dapat dikendalikan," katanya.

Di sisi lain diketahui bahwa trend kelahiran ternak di Jawa Timur dalam waktu 4 tahun terakhir antara lain sebanyak 1,08 juta ekor di tahun 2020, 1,18 juta ekor di tahun 2021, 1,09 juta ekor pada tahun 2022, dan 1,1 juta ekor pada 2023.

Tingginya angka populasi dan produktivitas sektor peternakan di Jatim mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional yang siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Gubernur Khofifah menyebut pengembangan sapi potong dan sapi perah sangat menjanjikan, mengingat Indonesia masih memiliki defisit dan ketergantungan impor, berupa produksi daging nasional 0,37 juta ton vs kebutuhan 0,77 juta ton. Juga produksi susu nasional sebesar 1 juta ton vs kebutuhan 4,7 juta ton.

"Artinya kita defisit 52% produksi daging yang dipenuhi melalui impor, lalu defisit 79% untuk produksi susu nasional yang kemudian harus dipenuhi dengan impor," tuturnya.

Di kesempatan ini, Gubernur Khofifah juga menyoroti pentingnya menjaga ritme pasar daging sapi bagi peternak Jawa Timur. Oleh sebab itu dirinya berulang kali menegaskan jika kebijakan impor daging sapi diambil oleh Pemerintah Pusat maka ia memastikan hal tersebut tidak dilakukan di Jawa Timur.

Di sisi lain Gubernur Khofifah juga menuturkan capaian produktivitas sektor peternakan di Jawa Timur harus diimbangi dengan penguatan akses pasar bagi para peternak. Menurutnya para peternak telah berkontribusi nyata terhadap produksi daging sapi dan susu di Jawa Timur 

"Tugas kita bersama adalah membangunkan akses pasar lebih luas lagi, mudah-mudahan seluruh peternak sapi Jawa Timur baik yang potong maupun perah semuanya bisa mendapatkan peluang usaha yang lebih baik, lebih besar, lebih menguntungkan, lebih sejahtera dan lebih berkemakmuran," harapnya. 

Sementara itu Direktur Marketing MURI Awang Rahargo menyampaikan bahwa Pemerintah provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan menyelenggarakan pelayanan IB ternak sapi sepanjang tahun 2025 yang dimulai sejak tanggal 1 Januari hingga 24 November 2025.

Ia menilai program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan populasi sapi serta memperkuat ketahanan pangan di Jawa Timur. Capaian rekor MURI tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan capaian inseminasi buatan tertinggi di Indonesia.

"Kegiatan hari ini bukan serta merta demi pencapaian sebuah rekor tetapi memang layak dan luar biasa dikarenakan capaian ini telah menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah pemerintah provinsi di bawah bimbingan Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa kepada inseminator dan peternak dalam mendorong efisiensi reproduksi ternak secara modern dan berkelas," kata Awang Rahargo.

 

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Transformasi Kota di Jatim Usai Kunjungan ke URA Singapore City Gallery