SURABAYA, 11 MARET 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Safari Ramadan bersama Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Timur di Surabaya, Selasa (10/3).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan kalangan pekerja dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis serta meningkatkan kesejahteraan pekerja di Jawa Timur.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolri di tengah para pekerja dan buruh di Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam memperkuat komunikasi serta membangun dialog yang konstruktif antara pemerintah, pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Selamat datang Bapak Kapolri di Jawa Timur. Kehadiran Bapak di tengah para pekerja dan buruh merupakan wujud komitmen untuk memperkuat kedekatan serta membangun dialog yang konstruktif guna menjaga stabilitas dan kondusivitas hubungan industrial di Jawa Timur,” ujarnya.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pekerja dan buruh merupakan pilar penting penggerak ekonomi daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja harus terus diperkuat agar tercipta iklim investasi yang sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.
“Para pekerja dan buruh adalah pilar utama penggerak ekonomi daerah. Karena itu, membangun hubungan industrial yang harmonis menjadi kunci untuk menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja,” ungkapnya.
Khofifah juga memaparkan sejumlah indikator ketenagakerjaan di Jawa Timur yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja di Jawa Timur pada November 2025 mencapai 24,96 juta orang atau meningkat 194,96 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami peningkatan menjadi 74,39 persen. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 3,71 persen pada November 2025 atau turun 0,17 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
“Capaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mampu menciptakan kesempatan kerja yang semakin luas dan inklusif,” kata Khofifah.
Lebih lanjut, menjelang Hari Raya Idul Fitri, Gubernur Khofifah juga mengingatkan para pengusaha di Jawa Timur agar membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja secara tepat waktu, paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya.
Menurutnya, THR bukan hanya kewajiban administratif bagi perusahaan, melainkan hak pekerja yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan serta memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran.
“THR bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan hak pekerja yang dilindungi undang-undang serta instrumen penting untuk mendongkrak daya beli masyarakat,” tegasnya.
Untuk memastikan pemenuhan hak tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur telah membuka 54 titik Posko Pelayanan THR Keagamaan di berbagai wilayah Jawa Timur sejak 26 Februari hingga 17 Maret 2026.
Posko tersebut berfungsi sebagai sarana konsultasi, pengaduan, serta fasilitasi penyelesaian permasalahan terkait pembayaran THR bagi para pekerja.
"Kami berharap para pengusaha dapat memenuhi kewajibannya dengan membayarkan THR tepat waktu karena itu merupakan hak pekerja sekaligus penting untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya,” katanya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah atas perhatian dan dukungan yang secara konsisten diberikan kepada para pekerja serta organisasi serikat buruh di Jawa Timur, khususnya KSPSI.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga keharmonisan hubungan industrial sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pekerja.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Ibu Gubernur Jawa Timur yang selama ini secara konsisten memberikan dukungan kepada para buruh, khususnya kepada keluarga besar KSPSI di Jawa Timur,” ungkapnya.
Kapolri Sigit mengatakan, dukungan tersebut menjadi semakin penting mengingat jumlah anggota KSPSI di Jawa Timur yang sangat besar dan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas hubungan industrial.
"Di Jawa Timur, anggota KSPSI mencapai sekitar 1,1 juta orang. Ini merupakan kekuatan besar dalam ekosistem ketenagakerjaan. Karena itu dukungan dari pemerintah daerah, termasuk dari Ibu Gubernur Khofifah, sangat berarti bagi para pekerja,” ujarnya.
Kapolri Sigit juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan global yang tengah terjadi.
"Dalam situasi global yang penuh tantangan, kita harus tetap bersatu dan saling mendukung agar stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat saat ini juga terus berupaya menahan berbagai potensi lonjakan harga akibat dinamika global, termasuk dampak konflik internasional.
“Pemerintah pusat terus berupaya semaksimal mungkin menahan lonjakan harga dan dampak ekonomi global agar masyarakat tetap terlindungi,” pungkasnya.









