Sosial & Budaya

Gubernur Khofifah Apresiasi Pengabdian Guru, 400 Insan Pendidikan Terima Satyalancana Karya Satya

×

Gubernur Khofifah Apresiasi Pengabdian Guru, 400 Insan Pendidikan Terima Satyalancana Karya Satya

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, 6 MEI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa bangga dan hormat kepada para insan pendidikan di Jawa Timur dengan menyematkan langsung Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada 400 penerima di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (5/5).

Penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya ini dilakukan dalam rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang mengangkat tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Penyematan ini menjadi bentuk penghormatan negara atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian panjang para guru dalam memajukan dunia pendidikan di Jawa Timur.

Penganugerahan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 117/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya yang dibacakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur Indah Wahyuni.

Sebanyak 400 penerima penghargaan dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, penghargaan diberikan kepada 200 orang yang terdiri dari 9 penerima masa pengabdian 30 tahun, 44 penerima masa pengabdian 20 tahun, dan 147 penerima masa pengabdian 10 tahun. Sementara pada sesi kedua, penghargaan diberikan kepada 200 tenaga pendidik lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru dan tenaga pendidik atas pengabdian panjang mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Jadi posisinya Bapak Ibu sekalian karena mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, maka Komandan Upacaranya tidak pernah di bawah Eselon II. Ini menunjukkan Bapak-Ibu sekalian semua luar biasa dan mudah-mudahan selalu dimuliakan oleh Allah SWT," ujarnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyoroti berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh dunia pendidikan di Jawa Timur, yang dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan daerah. Salah satunya adalah program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), yang mendorong kemandirian siswa melalui praktik langsung di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.

"Karena SIKAP ini, banyak sekali yang kemudian ingin belajar termasuk dari beberapa daerah di luar Jawa Timur. Kemarin saat Upacara Hardiknas, saya pun menyampaikan kepada publik betapa luar biasanya sektor peternakan sekolah kita," katanya.

Program tersebut bahkan telah menarik perhatian berbagai daerah di luar Jawa Timur untuk melakukan studi tiru. Khofifah juga mengapresiasi capaian sejumlah sekolah vokasi, salah satunya SMKN 1 Plosoklaten di Kediri, yang dinilai mampu mengembangkan sektor peternakan dengan kualitas yang kompetitif.

Selain itu, program SMA _Double Track_ juga menjadi perhatian, karena dinilai mampu menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan keterampilan siswa, sekaligus menjadi referensi pengembangan pelatihan vokasi berstandar internasional.

Tak lupa, Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya peran guru dalam menjawab berbagai tantangan di tingkat global, nasional, hingga lokal. Di mana, ia berharap agar para guru bisa menciptakan kehidupan yang damai melalui pendidikan. 

"PR kita adalah bagaimana bersama-sama kita berikhtiar mewujudkan kehidupan yang damai dan kemudian meneduhkan peradaban di sekolah. Jika peradaban sekolah itu teduh, tidak ada bullying. Kalau tidak ada bullying, maka akan menumbuhkan kedamaian dan kasih sayang," ujarnya.

Oleh karena itu, Khofifah berpesan agar sekolah senantiasa menyiapkan tempat penyimpanan gawai para siswa. Sehingga, setiap individu bisa belajar dengan lebih fokus dan kuat secara sosial melalui transfer ilmu serta pendampingan karakter.

"Peran sebagai seorang guru sesungguhnya memang mulia di dunia, insya Allah mulia juga di akhirat. Panjenengan telah memberikan cahaya bagi dunia melalui sekolah-sekolah panjenengan. Berbagai ilmu dari semua bidang yang kemudian membentuk karakter dari anak-anak didik kita. Dan berkat panjenengan juga, tujuh tahun berturut-turut Jawa Timur jadi provinsi tertinggi yang siswanya diterima perguruan tinggi negeri tanpa tes," ungkapnya.

Lebih jauh, Gubernur Khofifah mengingatkan para guru penerima penghargaan tersebut akan Hadits Qudsi berbunyi "Ana 'inda zhanni 'abdi bi", yang artinya "Aku  (Allah) sesuai prasangka hamba-Ku".

Ia juga mengajak para guru untuk terus menanamkan optimisme dan semangat dalam menjalankan tugas, seraya mengingatkan pentingnya membangun prasangka baik dalam setiap ikhtiar.

"Hadits Qudsi ini adalah hadits yang datang dari Allah langsung ke Rasulullah, tidak melewati Malaikat Jibril. Kata Allah, 'Aku akan memberikan apa yang diprasangkakan oleh hambaku.' Maka  panjenengan semua, kepala sekolah dan para guru, saya mohon selalu memprasangkakan bahwa Allah akan membukakan rahman rahim-Nya kepada kita semua," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, terdapat momen langka ketika di tengah sambutan, Gubernur Khofifah yang juga sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU mendoakan para guru penerima tanda kehormatan satyalancana karya satya.

"Terima kasih atas pengabdian panjenengan. Terima kasih atas dedikasinya. Terima kasih atas rawuhnya dari berbagai daerah dan melangkahkan langkah ke sini. Mudah-mudahan menjadi bagian yang memudahkan langkah kita menuju surganya Allah. Amin," imbuhnya.

Salah satu penerima penghargaan, Tridianti (66), guru SMK Negeri 7 Malang, mengaku bangga dan terharu atas penghargaan yang diterimanya. Meski menerima Satyalancana Karya Satya 10 Tahun, ia telah mengabdi sebagai guru sejak tahun 1992.

"Rasanya senang sekali dan bangga karena saya ikut terpilih hari ini untuk menerima Satyalancana 10 Tahun ini. Surprise juga karena saya sudah mau pensiun dan saya pikir tidak kebagian, tapi ternyata masih dapat," ungkapnya.

Atas panjangnya pengabdian, Tridianti mengaku tidak merasa terbebani sama sekali. Terlebih, karena semangat untuk memberikan yang terbaik buat anak-anak yang akan menjadi pelita bagi masa depan Indonesia merupakan panggilan hati baginya.

"Dan kepada Bu Gubernur, saya senang sekali karena baru pertama kali saya bisa bertemu. Ini jadi sesuatu yang membanggakan dalam hidup saya. Beliau adalah sosok Kartini yang membawa terang bagi pendidikan di Jawa Timur. Terima kasih, Ibu Khofifah, semoga tidak pernah lelah untuk memajukan pendidikan dan mendukung kami semuanya para guru-guru yang berjuang untuk anak-anak kita," pungkasnya.