Ekonomi Bisnis

Gubernur Khofifah Pastikan Harga Terkendali Lewat Pasar Murah di Desa Kaibon Madiun

×

Gubernur Khofifah Pastikan Harga Terkendali Lewat Pasar Murah di Desa Kaibon Madiun

Sebarkan artikel ini

MADIUN, 13 MARET 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah ke-58 di Lapangan Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Kamis (12/3), sebagai upaya mendekatkan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Idul Fitri. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa Pasar Murah menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Pasar Murah ini merupakan bagian dari program stabilisasi harga sekaligus upaya mendekatkan kebutuhan bahan pokok kepada masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Khofifah.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beberapa komoditas yang disediakan antara lain beras premium seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per pack, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

Selain itu, tersedia pula gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack.

Khofifah menjelaskan bahwa harga komoditas yang dijual di pasar murah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga yang beredar di pasaran saat ini sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat.

"Harga sangat jauh dari biasanya. Telur di luar Rp30.000 di sini kami jual Rp22.000 lalu ayam di luar Rp42.000, di sini kita jual Rp30.000. Tentu sangat meringankan masyarakat," katanya. 

Gubernur Khofifah juga memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Fitri. Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memantau distribusi serta pasokan logistik agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Ia menambahkan, beberapa komoditas yang selama ini berkontribusi terhadap inflasi di Jawa Timur antara lain cabai rawit, ayam ras, dan telur ayam ras. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai langkah intervensi agar harga komoditas tersebut tetap terkendali dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Salah satu upaya mengendalikan inflasi melalui kegiatan seperti pasar murah," ucapnya. 

Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, dalam kesempatan tersebut Gubernur Khofifah juga membagikan bantuan pangan kepada masyarakat. Bantuan tersebut berupa beras bagi para lanjut usia, serta telur bagi ibu hamil dan anak-anak sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi keluarga.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga memborong berbagai produk dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut meramaikan kegiatan pasar murah sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal. Selanjutnya produk UKM dibagikan kepada masyarakat yang hadir di pasar murah.

Sementara itu, salah satu warga yang bekerja sebagai buruh pabrik rokok, Siti mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan pasar murah, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.

"Terima kasih sudah diadakan pasar murah dan sangat membantu masyarakat," ungkapnya. 

Hal serupa juga disampaikan oleh warga setempat, Ana yang mengaku bersyukur dapat menerima bantuan beras secara langsung dari Gubernur Khofifah serta memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

"Terima kasih sudah memberikan sembako gratis dan dengan diadakannya pasar murah warga mendapat harga yang murah," pungkasnya.