Jakarta – Menteri Agama (Menag) memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan madrasah yang berada di wilayah terdampak bencana tetap berjalan. Pemerintah melalui Kementerian Agama mengambil langkah-langkah strategis agar proses pendidikan tidak terhenti meski dalam kondisi darurat.
Menag menegaskan bahwa hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan harus tetap terpenuhi, termasuk di daerah yang mengalami bencana alam. Oleh karena itu, Kemenag melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta satuan pendidikan untuk memastikan keberlangsungan kegiatan belajar, baik secara tatap muka terbatas maupun melalui skema alternatif.
Selain menjaga kelangsungan pembelajaran, Kemenag juga memperhatikan aspek keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Fasilitas pendidikan yang terdampak akan didata dan dievaluasi untuk memastikan keamanan sebelum digunakan kembali. Jika diperlukan, pembelajaran dapat dialihkan ke lokasi sementara atau menggunakan metode daring.
Kementerian Agama juga mengerahkan dukungan bantuan, termasuk pendampingan psikososial bagi peserta didik dan tenaga pendidik yang terdampak. Upaya ini penting untuk menjaga kondisi mental dan semangat belajar anak-anak di tengah situasi sulit.
Menag menegaskan bahwa solidaritas dan kolaborasi lintas pihak sangat diperlukan agar layanan pendidikan tetap berjalan dengan baik. Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah optimistis proses pendidikan di wilayah terdampak bencana dapat terus berlangsung tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan kesejahteraan warga sekolah.







