Pendidikan

Kokurikuler Ramadan SMP Islam Al Madinah Jombang, Siswa Belajar Empati Melalui Bazar Sosial dan Kegiatan Keagamaan

×

Kokurikuler Ramadan SMP Islam Al Madinah Jombang, Siswa Belajar Empati Melalui Bazar Sosial dan Kegiatan Keagamaan

Sebarkan artikel ini

Jombang, (14/03) – SMP Islam Al Madinah Tambakrejo Jombang menyelenggarakan kokurikuler Ramadan yang menjadi bagian dari rangkaian program Pondok Ramadan 1447 H. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 6 hingga 14 Maret 2026, dan diikuti oleh seluruh siswa dari berbagai kelas sebagai bagian dari program kokurikuler sekolah. Diantara kegiatanya yaitu Bazar pakaian dan sayur yang dijual dengan membayar seiklasnya, dari hasil penjualan bazar hasilnya dibagikan kembali  kepada masyarakat sebagai wujud sikap empati dan peduli. sementara dalam penguatan ibadah, diisi dengan qur’anic roadshow dan Ngaji sehat manfaat shalat untuk kesehatan.
Bazar yang menghadirkan baju layak pakai dan sayur yang dijual dengan membayar seiklasnya ini disambut antusias oleh masyarakat. Puluhan warga yang didominasi ibu-ibu tampak memadati halaman sekolah sejak pagi hingga menjelang siang, mereka memilih dan memilah pakain dan sayur sesuai kebutuhanya. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sederhana ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama di tengah harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.
Di tengah kondisi tersebut, bazar baju layak pakai menjadi kegiatan yang sederhana namun penuh makna. Meski pakaian termasuk kebutuhan sekunder, keberadaannya tetap penting, terlebih menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Pakaian yang dijual masih sangat layak digunakan sehingga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sandang, bahkan bisa dipakai saat Lebaran nanti.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa. Sekolah mengintegrasikan bazar ke dalam kegiatan kokurikuler dengan pendekatan pembelajaran di luar kelas. Para siswa tidak hanya sekadar berjualan, tetapi juga terlibat aktif sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan.
Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk memiliki rasa empati dan peduli kepada mayasrakat, dan juga mengembangkan berbagai kompetensi penting seperti kewirausahaan, manajemen, literasi finansial, serta kerja sama tim. Sebelum bazar dilaksanakan, siswa terlebih dahulu mengikuti berbagai persiapan, mulai dari diskusi konsep, pembagian tugas setiap divisi, hingga pelatihan singkat mengenai manajemen usaha dan persiapan produk.
Menariknya, kegiatan bazar ini juga menjadi wadah kolaborasi lintas mata pelajaran. Konsep ekonomi dipelajari melalui mata pelajaran IPS, perhitungan untung dan rugi diterapkan dalam Matematika, teknik promosi diasah melalui Bahasa Indonesia, sementara aspek visual dan media promosi kreatif didukung oleh mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK).
Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Gita Nilasari, S. Pd., Gr.  menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi siswa. “Keterampilan yang paling terlihat berkembang adalah komunikasi dan kreativitas siswa dalam memasarkan produk mereka. Ini adalah bentuk nyata dari pembelajaran kontekstual,” ujarnya.

Salah satu siswa SMP Islam Al Madinah juga mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa hasil penjualan bazar tidak hanya digunakan untuk perputaran modal, tetapi juga akan disalurkan untuk kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat. 
Ketua pelaksana  kegiatan Rotul Nur Janah,  berharap bazar ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi para siswa. “Saya berharap kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam berwirausaha dan bekerja sama. Semoga nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan yang tumbuh di sini dapat terus terjaga di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Islam Al Madinah, Ridwan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekolah kepada masyarakat. Menurutnya, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat rasa empati dan semangat berbagi. Setidaknya lebih dari 500 potong pakaian, 300 lebih paket sayur, dan 600 lebih paket ta’jil yang dibagikan kepada masyarakat
“Kami berharap kegiatan berbagi sayur, pakaian layak pakai, dan takjil ini dapat memberikan manfaat serta membawa kebahagiaan bagi masyarakat yang menerimanya,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat sekitar. Dengan demikian, nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah maupun masyarakat.