Sosial & Budaya

Hadir di Sumenep, Gubernur Khofifah Pastikan Bantuan Rp17,36 Miliar Jangkau Lansia hingga Nelayan

14
×

Hadir di Sumenep, Gubernur Khofifah Pastikan Bantuan Rp17,36 Miliar Jangkau Lansia hingga Nelayan

Sebarkan artikel ini

Perkuat Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi, Jangkau Lansia, Penyandang Disabilitas, Masyarakat Desa, hingga Pilar Sosial

SUMENEP, 17 OKTOBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan berbagai bantuan sosial dengan total Rp17,36 miliar dalam kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial yang digelar di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10).

Menjadi puncak rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Gubernur Khofifah menyebut penyerahan bansos Rp17,36 miliar tersebut mencakup program Dinas Sosial, zakat produktif melalui BUMD, pemberdayaan masyarakat desa, serta bantuan keuangan desa.

“Melalui Sapa Bansos ini, kami ingin memperkuat kebersamaan dan kepedulian kepada masyarakat. Bantuan yang disalurkan kita harapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung ikhtiar keluarga untuk semakin mandiri dan sejahtera,” ujar Gubernur Khofifah.

“Lewat program ini, kami ingin terus memberseiringi program pembangunan di Jatim dengan kerja keras dan kerja berintegritas,” imbuhnya.

Ia pun kemudian merinci detail anggaran bansos yang dikucurkan. Pertama, alokasi melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencapai Rp6.959.800.000. Di dalamnya terdapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp5,76 miliar untuk 2.880 keluarga, dengan nilai bantuan masing-masing Rp2 juta per tahun.

Berikutnya, bansos Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) dialokasikan sebesar Rp381,6 juta untuk 106 penerima, masing-masing Rp3,6 juta per tahun. 

Selain itu bantuan langsung tunai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi buruh pabrik rokok juga dialokasikan sebesar Rp27 juta untuk 27 penerima, masing-masing Rp1 juta per tahun.

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah turut menyerahkan secara simbolis alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas. Dukungan ini diharapkan dapat membantu penerima menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami ingin para lansia mendapatkan perhatian dan pendampingan yang baik. Begitu pula saudara-saudara penyandang disabilitas, kita dukung agar semakin terbantu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tuturnya.

Untuk memperkuat kemandirian ekonomi, bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Putri Jawara dialokasikan sebesar Rp300 juta bagi 100 penerima. Sementara itu, bantuan KIP PPKS Jawara sebesar Rp15 juta menjangkau lima penerima. Masing-masing penerima kedua program tersebut memperoleh bantuan Rp3 juta per tahun.

Gubernur Khofifah optimis bantuan tersebut dapat menjadi penguat bagi para penerima manfaat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus mempersiapkan masa depan anak-anak mereka, terutama dalam mengakses pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Semoga ini menjadi penguat bagi panjenengan semua. Dengan keberseiringan doa, putra putri panjenengan sukses,” terangnya.

Dukungan usaha juga diberikan melalui zakat produktif dari BUMD Provinsi Jawa Timur dengan alokasi Rp50 juta bagi 100 penerima, masing-masing Rp500 ribu. Kegiatan turut mencakup bantuan usaha dan bedah rumah melalui Baznas serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Sosial Jawa Timur.

Di bidang pemberdayaan masyarakat desa, alokasi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur mencapai Rp603,2 juta. 

Rinciannya meliputi Program Desa Berdaya sebesar Rp200 juta untuk dua desa, Program Jatim Puspa Rp268,2 juta untuk dua desa, serta pemberdayaan BUM Desa Rp100 juta untuk satu desa.

“Setiap keluarga dan setiap desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Karena itu, bantuan yang diberikan perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya dan disertai pendampingan agar manfaatnya terus tumbuh bagi penerima maupun lingkungan sekitarnya,” katanya.

Sementara itu, bantuan keuangan desa dialokasikan sebesar Rp9,75 miliar melalui sejumlah perangkat daerah. Alokasi tersebut meliputi Rp75 juta untuk satu desa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Rp4,575 miliar untuk 39 desa melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.

Selanjutnya, bantuan melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sebesar Rp4,3 miliar menjangkau 22 desa, sedangkan bantuan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebesar Rp800 juta menjangkau tiga desa.

Dalam rangkaian kegiatan di Pantai Slopeng, dukungan infrastruktur juga diwujudkan melalui penyerahan 150 drum aspal dalam Program Pembinaan Jalan Kabupaten. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang pemeliharaan jalan desa dan kabupaten.

Pemberdayaan nelayan turut didukung melalui bantuan 40 jaring ikan dan empat mesin kapal dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Di sektor pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian terdiri atas tiga mesin pemipil jagung atau _corn sheller_ serta 17 traktor tangan atau _hand tractor_.

Selain itu, bantuan lima etalase melalui Dinas Koperasi dan UMKM diberikan untuk menunjang kegiatan usaha penerima manfaat.

Khofifah berharap berbagai dukungan tersebut dapat saling melengkapi dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Perlindungan terhadap kelompok rentan perlu berjalan seiring dengan upaya membuka kesempatan usaha, mengembangkan potensi desa, serta memperbaiki sarana penunjang aktivitas ekonomi.

Perhatian juga diberikan kepada para pilar sosial melalui alokasi bantuan operasional dan tali asih sebesar Rp476,2 juta bagi 246 penerima. Dukungan tersebut menjangkau SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Khofifah mengapresiasi dedikasi para pendamping dan relawan yang membantu menjangkau masyarakat, mendampingi penerima manfaat, serta mendukung pelayanan sosial di lapangan.

“Terima kasih kepada para pendamping PKH Plus, TKSK, dan Tagana yang terus membersamai masyarakat. Pengabdian panjenengan semua sangat berarti, terutama untuk membantu warga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan,” ungkapnya.

Rangkaian Sapa Bansos juga diisi dengan penyerahan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari Direktur Utama Bank Jatim kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Khofifah menyampaikan apresiasi atas sinergi Pemerintah Kabupaten Sumenep, perangkat daerah, BUMD, Baznas, Bank Jatim, serta seluruh pilar sosial. Ia berharap momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur semakin memperkuat gotong royong untuk memperluas manfaat perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Semoga kebersamaan ini terus terjaga. Dengan kepedulian dan kerja bersama, kita berikhtiar agar masyarakat yang membutuhkan semakin terbantu dan semakin banyak keluarga memiliki kesempatan untuk tumbuh mandiri serta sejahtera,” ungkapnya.

“Hari ini full rangkaian kegiatan Hari Jadi. Doakan Jatim aman, damai, masyarakat Jatim guyub rukun, bahagia sejahtera. Masyarakat Indonesia juga bahagia sejahtera. Al Fatihah,” pungkasnya.

Di sisi lain, Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sumenep sebagai tuan rumah kegiatan Sapa Bansos dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang dinilai terus memberikan perhatian kepada masyarakat Sumenep melalui berbagai program bantuan dan pembangunan.

“Terima kasih Ibu Gubernur, karena Sumenep dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini. Kehadiran Ibu ke Sumenep membawa oleh-oleh kebahagiaan bagi masyarakat. Ada bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengaspalan jalan, bakti sosial, bantuan sosial, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Imam menambahkan, sebagai kabupaten yang memiliki banyak pulau, Sumenep membutuhkan perhatian dan dukungan pembangunan yang bisa menjangkau masyarakat hingga wilayah kepulauan. Karena itu, berbagai bantuan yang diberikan Pemprov Jatim diharapkan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di pulau-pulau terpencil.

“Sumenep ini kaya pulau. Alhamdulillah, banyak bantuan yang Ibu berikan untuk masyarakat Sumenep, termasuk masyarakat di wilayah kepulauan. Semoga kedepan bantuan ini bisa terus bermanfaat bagi masyarakat Sumenep yang tinggal di kepulauan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Novi Restu Widiani menyampaikan bahwa kegiatan Sapa Bansos di Kabupaten Sumenep kali ini menjadi salah satu yang paling meriah sepanjang tahun 2026. Hal tersebut terlihat dari antusiasme masyarakat yang dihadiri sekitar 500 penerima manfaat.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan besarnya suka cita warga dalam menyambut dan merayakan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Terlebih, rangkaian kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari kemeriahan peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim yang puncaknya digelar di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep.

“Ini adalah kegiatan Sapa Bansos termeriah yang terselenggara tahun ini. Bahkan, di Kabupaten Sumenep dihadiri 500 penerima manfaat. Ini menunjukkan suka cita masyarakat yang hadir untuk bersama-sama merayakan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Puncak acara Hari Jadi juga digelar di Pantai Slopeng, Sumenep,” tutupnya.