SUMENEP, 16 OKTOBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan biaya pendidikan afirmasi kepada 450 murid jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Madura Raya yang berlangsung di SMAN 2 Sumenep, Rabu (14/10).
Sebanyak 450 murid penerima bantuan tersebut berasal dari empat kabupaten, yakni Kabupaten Sumenep sebanyak 113 murid, Kabupaten Pamekasan 114 murid, Kabupaten Sampang 110 murid, dan Kabupaten Bangkalan 113 murid.
Bantuan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus wujud komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.
Melalui program afirmasi pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya memastikan peserta didik dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri.
Gubernur Khofifah mengatakan, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan belajar yang sama demi meraih masa depan yang lebih baik.
"Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Jawa Timur, termasuk anak-anak di wilayah Madura Raya, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, mengembangkan potensi diri, dan meraih cita-citanya. Jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi," jelas Khofifah.
Gubernur Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk program bantuan afirmasi pendidikan bagi 50 ribu pelajar di Jawa Timur. Setiap murid jenjang SMA, SMK, dan SLB yang memenuhi kriteria penerima, yakni berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4, memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta.
Penyaluran bantuan dilakukan ke berbagai daerah sejak awal Oktober sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Langkah ini sekaligus menjadi upaya mendekatkan program pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Kita keliling ke berbagai daerah mulai awal Oktober sebagai rangkaian hari jadi Pemprov Jatim," ujarnya.
Khofifah menerangkan, bantuan afirmasi pendidikan memiliki manfaat strategis karena tidak hanya membantu meringankan beban pengeluaran keluarga, tetapi juga mendukung keberlanjutan pendidikan peserta didik. Dukungan ini diharapkan dapat mengurangi risiko putus sekolah sekaligus meningkatkan motivasi belajar agar para murid dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Khusus bagi murid di jenjang SMK, kata khofifah, dukungan pendidikan juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan keterampilan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Sedangkan bagi murid SLB, dukungan yang berorientasi pada pemerataan akses pendidikan diharapkan semakin memperkuat kesempatan bagi anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.
"Pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter. Dukungan kepada murid dari keluarga yang membutuhkan harus diperkuat agar mereka dapat menempuh pendidikan dengan lebih tenang dan fokus pada proses belajar," jelasnya.
Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim terus mendorong agar pembangunan pendidikan dilaksanakan secara inklusif, dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta kebutuhan peserta didik di berbagai wilayah. Melalui dukungan afirmasi pendidikan, pemerintah berharap semakin banyak murid dapat menyelesaikan pendidikannya dan memiliki peluang yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan diri maupun keluarganya.
"Bantuan dapat meringankan beban orang tua sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus belajar, meningkatkan prestasi, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Kami ingin anak-anak Jawa Timur tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa," ungkapnya menegaskan.
Lebih lanjut, penyerahan bantuan kepada 188 murid SMA, SMK dan SLB di wilayah Madura Raya tersebut juga menjadi bagian dari momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.
Momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari terbukanya kesempatan bagi seluruh anak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
"Dengan dukungan pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat, para pelajar penerima bantuan diharapkan dapat terus bersemangat menempuh pendidikan, mengembangkan potensi, serta menjadi generasi penerus yang membawa kemajuan bagi Madura Raya dan Jawa Timur," katanya.
Salah satu penerima bantuan, Diaz Maulana (18), siswa kelas XII SMAN 2 Sumenep, mengaku senang dan bangga mendapat bantuan afirmasi pendidikan. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikannya.
"Semoga bisa terus membantu banyak siswa sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan ekonominya sekaligus program afirmasi bisa terus dilakukan," pungkasnya.









