SURABAYA, 4 MARET 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi yang ‘nyekrup’ antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya menjadi fondasi utama dalam menjaga efektivitas pembangunan serta keberhasilan pelaksanaan program strategis nasional di Jawa Timur.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menjadi pembicara kehormatan pada Rapat Pimpinan Kodam V/Brawijaya Tahun 2026 yang digelar di Gedung Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya, Selasa (3/3).
Dalam forum tersebut, Gubernur Khofifah menekankan bahwa hubungan kerja antara Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya telah terjalin erat hingga ke level kabupaten/kota.
“Sinergi dan kolaborasi itu menjadi bagian dari penguat efektivitas dan produktivitas kerja yang kita lakukan. Di Jawa Timur ini antara Pemprov dan Kodam V/Brawijaya sampai ke bawah, bupati/wali kota dengan para Dandim itu nyekrup,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, kolaborasi yang terbangun tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, melainkan berjalan secara teknis dan detail hingga pada dukungan data lapangan. Salah satu contoh konkret terlihat pada penguatan ketahanan pangan nasional.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan program ketahanan pangan, dukungan data teknis seperti jaringan irigasi hingga potensi lahan justru diperoleh melalui koordinasi intensif dengan jajaran Kodam.
Data tersebut kemudian disinkronkan dengan kementerian terkait dan ditindaklanjuti bersama pemerintah kabupaten/kota untuk memetakan dampaknya terhadap produktivitas daerah secara rinci.
“Kalau ada program nasional terkait ketahanan pangan, support data teknis irigasi justru kami dapat dari Pak Pangdam. Data itu yang saya bawa ke Pak Menteri. Lalu kami berbagi tugas dengan bupati/wali kota untuk memetakan dampaknya terhadap produktivitas daerah secara detail. Sampai se-detail-detailnya data itu kami dapat dari Pak Pangdam,” ungkapnya.
Sinergi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan Jawa Timur sebagai produsen padi terbesar nasional. Pada tahun 2025, produksi padi Jawa Timur tercatat mencapai 10,57 juta ton dengan produksi beras sebesar 6,10 juta ton, menjadikan Jawa Timur sebagai penyumbang beras terbesar di Indonesia.
“Ini salah satu contoh betapa pentingnya sinergi Forkopimda di Jawa Timur, terutama antara Pemprov dan Kodam V/Brawijaya,” tuturnya.
Kolaborasi strategis juga diwujudkan dalam program peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Sepanjang periode 2019–2025, capaian pembangunan Rutilahu hasil sinergi bersama Kodam V/Brawijaya mencapai 35.401 unit serta 2.062 unit jamban keluarga. Pada tahun 2026, ditargetkan pembangunan 1.700 unit Rutilahu dan 210 unit jamban keluarga dengan dukungan jajaran Kodam.
Selain itu, dukungan Kodam V/Brawijaya juga menguatkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur. Hingga 2 Maret 2026, jumlah penerima manfaat MBG di Jawa Timur tercatat sebanyak 8,56 juta orang, didukung oleh 3.743 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total 153.736 petugas. Dari jumlah tersebut, 3.225 SPPG telah beroperasi dan 518 lainnya dalam tahap persiapan.
Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas peran aktif Kodam V/Brawijaya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung keberhasilan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Pangdam dan seluruh jajaran atas support luar biasa, baik dalam menjaga kondusivitas kamtibmas maupun menyukseskan program-program strategis nasional seperti KDKMP, SPPG, hingga program pembangunan tiga juta rumah,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan, pengawalan terhadap Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 1,8 juta hektare harus dilakukan secara bersama-sama. Kehadiran para Dandim di daerah dinilai menjadi elemen penting dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kalau hanya bupati/wali kota mungkin tidak cukup. Kehadiran para Dandim menjadi bagian penting untuk saling mengawal bersama. Ketahanan pangan ini harus kita jaga bersama,” katanya.
Di akhir, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa model sinergi “nyekrup” antara Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya akan terus diperkuat sebagai penjalin sinergi antar-stakeholder dalam mengawal Asta Cita Presiden dan mewujudkan Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyampaikan bahwa Rapat Pimpinan Kodam V/Brawijaya menjadi momentum penting untuk konsolidasi internal sekaligus penyelarasan kebijakan pusat agar implementasinya optimal di lapangan.
“Hari ini kita jajaran Kodam V Brawijaya bisa menyelenggarakan Rapat Pimpinan Kodam V Brawijaya menindaklanjuti arahan para pimpinan yang sudah diselenggarakan di tingkat Mabes TNI termasuk Angkatan Darat,” tegasnya.
“Kita memanfaatkan forum ini untuk mengevaluasi termasuk introspeksi dan konsolidasi dalam rangka menghadapi tahun 2026 ini. Kemudian kita menyamakan visi misi untuk mengimplementasikan apa kebijakan dari pusat sehingga bisa menunjang operasional di lapangan,” imbuh Pangdam.
Mayjen Rudy juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Jawa Timur dalam forum tersebut serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap penguatan sarana dan prasarana Kodam V/Brawijaya.
“Alhamdulillah hari ini salah satu pembicara kehormatan kami Ibu Gubernur, beliau tadi menyempatkan meninjau sarana dan prasarana yang bisa kita perbaiki dan renovasi berkat bantuan hibah dari Provinsi Jawa Timur dan selanjutnya beliau berkenan memberikan arahan-arahan kepada kami. Itu kita jadikan pedoman dalam mensukseskan program-program pemerintah pusat dan termasuk di wilayah Jawa Timur,” pungkasnya.
Pangdam menegaskan, jajaran Kodam V/Brawijaya siap terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga serta program prioritas nasional berjalan efektif dan tepat sasaran.









