Sosial & Budaya

Bersama SAKTi Indonesia, Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin Bangun Ekosistem Digital untuk Mendukung Tata Kelola Pesantren yang Modern dan Transparan

×

Bersama SAKTi Indonesia, Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin Bangun Ekosistem Digital untuk Mendukung Tata Kelola Pesantren yang Modern dan Transparan

Sebarkan artikel ini

JOMBANG, 9 Juli 2026 – Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul 'Ulum Tambakberas Jombang, Jawa Timur, resmi meluncurkan Program Transformasi Tata Kelola Pesantren dalam rangkaian Pertemuan Wali Santri (Perwalsan) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang digelar di Gedung Serba Guna Hasbullah Sa'id, Rabu (8/7) malam.

Program transformasi tersebut mengusung semangat mewujudkan pesantren yang Beradab, Berintegritas, dan Adaptif melalui penguatan tata kelola modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai salaf serta didukung transformasi digital.

Program ini digawangi oleh Tim Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin dan diperkuat melalui kolaborasi strategis bersama Komunitas Santri Melek Teknologi (SAKTi Indonesia) sebagai mitra pengembang sistem dan ekosistem digital pesantren.

Kegiatan diawali dengan proses Verifikasi dan Validasi Data Santri sebagai fondasi pembangunan Sistem Informasi Pesantren Terintegrasi (SIPT). Tahap pertama dilaksanakan bagi santri baru angkatan 2026 pada Sabtu (4/7), sedangkan verifikasi bagi santri lama angkatan 2025 dan sebelumnya dilaksanakan pada Rabu (8/7) sejak pagi hingga malam hari dalam rangkaian Perwalsan.

Hampir 1.000 wali santri hadir memenuhi Gedung Serba Guna Hasbullah Sa'id, sementara sekitar 180 wali santri lainnya yang sebagian besar berasal dari luar Pulau Jawa berhalangan hadir. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan besarnya antusiasme sekaligus dukungan wali santri terhadap arah baru pengembangan tata kelola Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin.

Ketua Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin, Muhammad Amin Febrianto, dalam laporannya menyampaikan bahwa transformasi yang dilakukan bukan sekadar digitalisasi, melainkan upaya menyeluruh untuk memperkuat sistem pelayanan, transparansi, perlindungan santri, serta efektivitas pengelolaan pesantren.

"Transformasi ini bukan berarti meninggalkan tradisi yang telah diwariskan para masyayikh. Justru sebaliknya, kami ingin memperkuat amanah tersebut melalui tata kelola yang semakin profesional, pelayanan yang semakin baik, dan pemanfaatan teknologi untuk kemaslahatan pesantren," ujar Amin.

Ia menjelaskan bahwa transformasi tersebut dibangun melalui enam program utama yang saling terintegrasi, yaitu BMT (Baitul Mal wa Tamwil) untuk transparansi pengelolaan keuangan santri, PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) melalui layanan Sapa Santri, Satgas Anti Bullying beserta kanal pengaduan resmi Lapor Cak Ibbien, Program Pembinaan Intensif Masa Adaptasi (PRIMA) bagi santri baru, Program Pemantauan Kesehatan dan Lingkungan Santri (PKLS), serta pengembangan Sistem Informasi Pesantren Terintegrasi (SIPT) sebagai tulang punggung ekosistem digital pesantren.

Menurut Amin, pengembangan SIPT merupakan salah satu proyek strategis Balitbang yang dikerjakan secara kolaboratif bersama SAKTi Indonesia, sebuah komunitas yang bergerak dalam pengembangan teknologi berbasis pesantren. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya sistem informasi yang tidak hanya modern, tetapi juga sesuai dengan kultur dan kebutuhan pesantren.

"Kami ingin transformasi ini dibangun secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan. Karena itu Balitbang menggandeng SAKTi Indonesia sebagai mitra strategis untuk mendesain dan mengembangkan ekosistem digital pesantren, sehingga teknologi benar-benar menjadi instrumen pelayanan, bukan sekadar alat administrasi," jelas Amin.

Ia menambahkan, SIPT dirancang bukan sekadar menjadi aplikasi administrasi, melainkan menjadi ekosistem digital yang menghubungkan santri, wali santri, pengurus, alumni, hingga berbagai layanan pesantren dalam satu sistem yang terintegrasi. Melalui sistem tersebut diharapkan komunikasi, layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga pengambilan keputusan dapat berlangsung lebih cepat, akurat, aman, dan transparan.

"Pondasi pertama yang kami bangun adalah validitas data. Karena itu, seluruh wali santri kami libatkan dalam proses verifikasi dan validasi data, termasuk validasi nomor WhatsApp sebagai kanal komunikasi resmi yang nantinya menjadi pintu utama berbagai layanan digital pesantren," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin, KH Muhammad Idris Djamaluddin, menyampaikan taujihat sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan manajemen dan tata kelola pesantren agar semakin mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitas kepesantrenan.

Dalam tausiyahnya, Kiai Idris Djamal mengisahkan perjalanan berdirinya Bumi Damai Al-Muhibbin sejak masa-masa awal hingga berkembang seperti sekarang. Berbagai dinamika, tantangan, dan pengalaman selama membangun pesantren, menurut beliau, menjadi pelajaran berharga bahwa setiap kemajuan membutuhkan kesabaran, keikhlasan, serta semangat memperbaiki diri secara berkelanjutan.

"Kami menyadari bahwa membangun pesantren adalah proses panjang. Karena itu, kami terus berikhtiar melakukan perbaikan agar pelayanan kepada santri dan wali santri semakin baik dari waktu ke waktu," tutur Kiai Idris.

Beliau juga berpesan bahwa keberhasilan seseorang dalam menuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi sangat bergantung pada empat kunci utama, yakni niat yang ikhlas, ridha guru, makanan yang halal, serta doa kedua orang tua.

"Kalau empat hal ini dijaga, insya Allah ilmu yang dipelajari akan menjadi ilmu yang bermanfaat dan membawa keberkahan," tutur Kiai Idris Djamal.

Rangkaian Perwalsan juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta peluncuran resmi Program Transformasi Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin yang ditandai dengan launching SIPT, Satgas Anti Bullying, dan Tim Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) sebagai motor penggerak inovasi kelembagaan. Bersamaan dengan itu, diperkenalkan pula kemitraan strategis bersama SAKTi Indonesia yang akan mendampingi pengembangan teknologi informasi dan digitalisasi layanan pesantren secara bertahap hingga implementasi penuh.

Melalui transformasi tersebut, Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem pesantren yang mengedepankan pelayanan prima, perlindungan santri, tata kelola yang transparan, serta pemanfaatan teknologi sebagai sarana menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi santri, wali santri, alumni, dan masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai adab yang menjadi ruh pendidikan pesantren.

Sebagai penegasan semangat perubahan tersebut, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan jargon baru Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin yang menggema di hadapan para wali santri "Al-Muhibbin! Beradab! Berintegritas! Adaptif!".