Ekonomi Bisnis

Gubernur Khofifah Dekatkan Akses Pangan Terjangkau ke Permukiman, Pasar Murah Hadir di Dua Kampung Surabaya

×

Gubernur Khofifah Dekatkan Akses Pangan Terjangkau ke Permukiman, Pasar Murah Hadir di Dua Kampung Surabaya

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, 16 AGUSTUS 2026 — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperluas jangkauan Pasar Murah untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Dalam sehari, Minggu (16/8), Pasar Murah Pemprov Jatim digelar di dua kampung di Kota Surabaya, yakni kawasan Krembangan Bhakti, RW 2, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, serta halaman SMA Khadijah Surabaya

Khofifah mengatakan, Pasar Murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam pengendalian inflasi yang manfaatnya harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya tidak cukup dilakukan di pusat-pusat perdagangan, tetapi perlu didekatkan ke kawasan permukiman dan titik aktivitas masyarakat.

"Pengendalian inflasi harus kita rasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Karena itu, intervensinya harus sampai dekat dengan masyarakat, termasuk melalui Pasar Murah seperti ini," ujarnya

Khofifah menekankan, momentum Pasar Murah yang digelar menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjadi ruang untuk menerjemahkan semangat kemerdekaan dalam bentuk aksi nyata.

Ia juga menilai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dengan harga yang terjangkau merupakan bagian dari upaya menghadirkan keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila.

"Lebih dari itu, ini dalam rangka memperingati Kemerdekaan RI. Seperti yang kita tahu, cara memaknai HUT RI itu dengan mengamalkan Pancasila. Dan dengan Pasar Murah ini, insya Allah akses pangan terjangkau akan menjadi perwujudan sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia," katanya.

Khofifah juga menjelaskan, keberadaan Pasar Murah di tengah permukiman memiliki arti penting karena masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan secara lebih mudah, dekat, dan terjangkau. Dengan demikian, intervensi pemerintah tidak hanya berorientasi pada pengendalian harga, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat.

"Yang kita lakukan bukan hanya bagaimana harga terkendali, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan mudah, dekat dan terjangkau," katanya.

Dalam Pasar Murah kali ini, Pemprov Jawa Timur menyediakan sedikitnya 10 jenis komoditas pangan strategis dengan harga yang lebih terjangkau. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram dan beras medium Rp11.000 per kilogram.

Sementara itu, minyak goreng tersedia dengan harga Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pak, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram. Komoditas lainnya meliputi bawang putih dan bawang merah masing-masing Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pak.

Selain menyediakan kebutuhan pokok, Pasar Murah juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) kepada masyarakat. Langkah tersebut sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung.

Menariknya, Khofifah turut membeli  produk IKM yang dihadirkan dalam dua lokasi Pasar Murah tersebut untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Langkah itu memberikan manfaat ganda. Masyarakat mendapatkan produk secara langsung, sementara pelaku IKM memperoleh dukungan pemasaran dan kesempatan agar produk mereka semakin dikenal.

"Jadi bukan hanya masyarakat yang mendapatkan manfaat dari Pasar Murah ini, tetapi pelaku IKM juga kita dorong agar produknya semakin dikenal dan memiliki pasar," terangnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan, pengendalian inflasi dan keterjangkauan pangan membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Pemerintah provinsi tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah kabupaten/kota, Bulog, pelaku usaha, distributor, hingga produsen pangan.

Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan rantai pasok berjalan lancar, ketersediaan komoditas terjaga, serta potensi gejolak harga dapat diantisipasi lebih dini.

"Pasar Murah akan terus kita hadirkan di titik-titik yang membutuhkan. Prinsipnya, pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan akses terhadap kebutuhan pokok yang terjangkau," tuturnya.

Tak hanya menghadirkan pangan dengan harga terjangkau, Pasar Murah di Surabaya juga menjadi bagian dari semarak menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Di kawasan Krembangan, Khofifah membagikan Bendera Merah Putih kepada masyarakat sekitar. Warga kemudian diajak bersama-sama membentangkan bendera sembari meneriakkan pekik “Merdeka!” dan menyanyikan lagu “17 Agustus”.

Suasana semakin semarak ketika masyarakat dari berbagai kalangan ikut mengibarkan Merah Putih. Bagi Khofifah, kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk menghadirkan semangat kemerdekaan di tengah aktivitas masyarakat sehari-hari.

Selain membagikan bendera, Khofifah juga memberikan dukungan langsung kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Beras gratis dibagikan kepada para lanjut usia (lansia), sedangkan telur diberikan kepada ibu hamil dan balita sebagai bentuk perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan pangan kelompok rentan.

Anak-anak yang berada di sekitar lokasi Pasar Murah juga mendapatkan snack box. Sementara itu, para petugas kebersihan yang sehari-hari bekerja menjaga kebersihan lingkungan Krembangan mendapatkan paket sembako dan tali asih sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.

Khofifah mengatakan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kepedulian dan kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kemerdekaan, menurutnya, tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga melalui upaya memastikan masyarakat dapat hidup lebih sejahtera dan memenuhi kebutuhan dasarnya.

"Semangat kemerdekaan harus terus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan memastikan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan dasarnya dengan baik dan memiliki daya beli yang terjaga," pungkasnya.