Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama Global Green Growth Institute (GGGI) resmi meluncurkan program kemitraan Green Indonesia Future Initiative (GIFT). Inisiatif ini menjadi tonggak baru kerja sama strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi hijau melalui penguatan kebijakan, pengembangan proyek berkelanjutan, serta peningkatan investasi hijau di berbagai sektor pembangunan.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa ekonomi hijau kini bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan menjadi salah satu fondasi utama dalam meningkatkan daya saing nasional. Melalui GIFT, pemerintah berupaya menjembatani berbagai kebijakan pembangunan dengan peluang investasi hijau yang terus berkembang di tingkat global sehingga mampu menghasilkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Program tersebut juga mendukung target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 dan komitmen mencapai net zero emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, ekonomi hijau ditetapkan sebagai salah satu pengungkit utama transformasi ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.
Pemerintah optimistis pendekatan ekonomi hijau dapat menciptakan manfaat besar bagi pembangunan nasional. Selain berpotensi menjaga pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan, strategi tersebut juga diproyeksikan membuka jutaan lapangan kerja hijau serta memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia terhadap tantangan perubahan iklim dan dinamika global.
Dalam acara peluncuran, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, menekankan pentingnya menerjemahkan berbagai komitmen pembangunan berkelanjutan menjadi langkah nyata. Ia berharap kehadiran GIFT dapat menjadi kontribusi penting bagi Indonesia dan dunia dalam mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan sekaligus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Direktur Eksekutif Global Green Growth Institute, Sang-Hyup Kim, menyampaikan bahwa GIFT dirancang sebagai pendekatan terpadu yang menghubungkan kebijakan, investasi, dan implementasi pembangunan hijau. Program ini juga menjadi kelanjutan dari kemitraan panjang antara Indonesia dan GGGI yang selama satu dekade terakhir telah membantu memobilisasi investasi hijau dalam jumlah besar serta memperluas jangkauan program pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui peluncuran GIFT, pemerintah berharap kolaborasi antara sektor publik, swasta, lembaga keuangan, dan mitra internasional semakin kuat sehingga mampu mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Sumber : InfoPublik







