SURABAYA, 17 MARET 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melaksanakan Qiyamul Lail serta Sahur bersama lebih dari 35 ribu jemaah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Selasa (17/3).
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada malam ke-27 bulan Ramadan 1447 Hijriah, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat spiritualitas umat sekaligus menyemarakkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
"Alhamdulillah malam hari ini malam 27 Ramadan. Semoga Allah memberikan kesempatan, kesehatan dan keikhlasan bagi kita bersama-sama untuk bergerak menyisir di 10 hari terakhir bulan Ramadan," kata Gubernur Khofifah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga mengajak seluruh jemaah untuk memanjatkan doa bagi perdamaian dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah yang saat ini tengah dilanda konflik.
Ia berharap ketegangan yang terjadi antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dapat segera mereda sehingga tidak mengganggu stabilitas kawasan, termasuk pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
"Mudah-mudahan perang segera berhenti. Allah memberikan kedamaian di muka bumi terutama kedamaian di bumi Saudi Arabia karena mereka bersiap menerima tamu tamu Allah jemaah haji," ucapnya.
Menurut Khofifah, syarat mampu untuk menunaikan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan kemampuan finansial, tetapi juga mencakup aspek keamanan dan keselamatan selama perjalanan menuju dan dari Tanah Suci.
"Kita bisa membayangkan dari proses menunggu yang cukup lama dan ketika ada sesuatu yang mengganggu keamanan dari pelaksanaan ibadah haji maka tentu akan kurang memperlancar ibadah haji," jelasnya.
"Mohon doa mudah-mudahan Allah berikan keamanan ketenangan ketentraman dan untuk semua hamba Allah di muka bumi, terutama untuk kerajaan Saudi Arabia sehingga pelaksanaan ibadah haji bisa berjalan seperti yang kita harapkan dengan penuh keamanan ketentraman kenyamanan," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah turut didampingi sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim. Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memanfaatkan momentum penghujung Ramadan dengan memperbanyak ibadah.
"Harapannya adalah kami bisa menyisir 10 hari terakhir bulan Ramadhan bersama jamaah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, memohon ridho Allah semoga kita semua akan menjadi bagian penghuni surganya Allah," katanya.
Sementara itu, pelaksanaan qiyamul lail sendiri diawali muhasabah dengan membaca dzikir dan kalimat thoyibah yang dipimpin oleh Imam Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Ustadz Achmad Muzakki. Kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan salat Tahajud, salat Tasbih, salat hajat dan ditutup dengan doa.
"Qiyamul lail di 10 malam terakhir bulan Ramadhan ini diharapkan dapat melatih agar kita semua dapat terus Istiqomah di 11 bulan setelah Ramadhan," terangnya.
Usai pelaksanaan Qiyamul Lail, Gubernur Khofifah bersama cucunya Aila serta Wagub Emil melanjutkan kegiatan dengan sahur bersama jemaah di selasar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial Jawa Timur menyediakan sekitar 10 ribu paket nasi untuk sahur bersama para jamaah.
"Selamat makan sahur semuanya," ucapnya.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia dan relawan Gen Z yang telah berkontribusi tas terselenggaranya Qiyamul Lail dan Sahur bersama kali ini.
"Terima kasih semuanya baik panitia, penyelenggara maupun relawan gen Z dan semua jamaah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya," pungkasnya.









