Fakta

Cek Fakta: Klaim Super Flu Lebih Berbahaya dari Covid-19 Adalah Hoaks

×

Cek Fakta: Klaim Super Flu Lebih Berbahaya dari Covid-19 Adalah Hoaks

Sebarkan artikel ini

[HOAKS] “Super Flu Lebih Parah dari Covid-19”

Informasi yang menyebut adanya “Super Flu yang lebih parah dari Covid-19” adalah tidak benar (hoaks).

Berikut klarifikasinya:

  1. Tidak ada istilah medis resmi “Super Flu”
    Hingga saat ini, tidak ada istilah “super flu” yang diakui secara ilmiah oleh WHO, Kementerian Kesehatan RI, maupun lembaga kesehatan internasional lainnya.
  2. Influenza yang beredar masih tergolong flu musiman
    Varian influenza yang saat ini beredar, termasuk influenza A(H3N2), merupakan bagian dari flu musiman yang sudah lama dikenal dan dipantau secara global. Tingkat keparahannya tidak melebihi Covid-19, terutama dalam hal risiko kematian dan komplikasi berat.
  3. WHO dan Kemenkes menyatakan situasi terkendali
    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI telah menegaskan bahwa tidak ada peningkatan keganasan influenza dibandingkan varian sebelumnya. Gejalanya umumnya demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sakit kepala.
  4. Narasi menyesatkan sering memicu kepanikan
    Istilah “lebih parah dari Covid-19” kerap digunakan dalam konten hoaks untuk menimbulkan ketakutan, padahal tidak didukung data epidemiologi maupun bukti medis.
  5. Tetap waspada, tapi tidak perlu panik
    Influenza tetap perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Namun, kewaspadaan dilakukan melalui langkah yang tepat, bukan dengan menyebarkan informasi keliru.

Langkah pencegahan yang dianjurkan:

  • Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  • Gunakan masker saat sakit
  • Terapkan etika batuk dan bersin
  • Jaga daya tahan tubuh
  • Lakukan vaksinasi influenza tahunan bagi kelompok berisiko

Kesimpulan:
Klaim “Super Flu lebih parah dari Covid-19” tidak benar dan menyesatkan. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi kesehatan dari sumber resmi seperti Kemenkes RI dan WHO, serta tidak mudah terpancing judul sensasional.