Sosial & Budaya

Sambangi Konjen Jepang, Gubernur Khofifah Sampaikan Penghormatan Terakhir untuk Yasuo Fukuda

17
×

Sambangi Konjen Jepang, Gubernur Khofifah Sampaikan Penghormatan Terakhir untuk Yasuo Fukuda

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, 31 OKTOBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita atas meninggalnya mantan Perdana Menteri (PM) ke-91 Jepang, Yasuo Fukuda. Diketahui, Fukuda meninggal dunia di usianya yang ke 90 tahun di Tokyo pada 22 Oktober 2026. 

Sebagai bentuk penghormatan, Gubernur Khofifah mendatangi Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya, Jumat (30/10). 

Kedatangannya ditujukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang kontribusi Fukuda dalam mempererat hubungan bilateral Jepang dan Indonesia.

Di Konjen Jepang, Gubernur Khofifah disambut Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu dan Wakil Konsul Jenderal Ishii Yutaka. Khofifah kemudian mengisi Buku Ucapan Duka Cita (Condolence Book) yang disediakan bagi masyarakat, akademisi, dan pejabat publik.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Jawa Timur, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Yang Mulia Bapak Yasuo Fukuda. Kami mengenang beliau sebagai negarawan yang bijaksana dan berdedikasi, termasuk dalam upaya memperkuat persahabatan dan kerja sama antara Jepang dan Indonesia,” kata Khofifah.

Khofifah mengatakan, Fukuda memiliki kontribusi besar dalam membangun hubungan Jepang dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Fukuda menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang pada 2007-2008. Saat memimpin Jepang, ia menjadi Ketua KTT G8 Toyako, Hokkaido pada tahun 2008.

Fukuda juga menginisiasi penunjukan Duta Besar Jepang untuk ASEAN hingga terbentuknya Kantor Misi Diplomatik Jepang untuk ASEAN di Jakarta.

Kontribusinya terhadap hubungan Jepang dan Indonesia berlanjut setelah pensiun dari dunia politik pada 2012. Fukuda kemudian menjabat sebagai Ketua Asosiasi Jepang-Indonesia (Japinda).

Melalui posisi tersebut, Fukuda aktif menjembatani kerja sama kedua negara, termasuk membawa delegasi perusahaan besar Jepang untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia.

Khofifah juga mengingat penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana yang dianugerahkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono kepada Fukuda pada 2011.

“Mr. Fukuda bahwa telah dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana oleh Presiden ke-6 RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, pada 2011 lalu. Ini karena jasanya luar biasa dalam hubungan bilateral Indonesia dan Jepang,” jelas Khofifah.

Menurut Khofifah, kontribusi Fukuda dalam membuka hubungan investasi Jepang-Indonesia turut memberikan dampak bagi pembangunan ekonomi Jawa Timur.

Terlebih, Fukuda aktif menjadi perantara bagi perusahaan-perusahaan manufaktur dan energi asal Jepang yang ingin mengembangkan usaha di Indonesia.

Sejumlah investasi tersebut turut menopang kawasan industri di Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, serta sejumlah daerah lainnya.

“Karena beliau dulu Ketua Japinda, beliau banyak sekali menjadi perantara perusahaan-perusahaan manufaktur dan energi asal Jepang. Banyak investor di bawah naungannya yang akhirnya turut menopang zona industri di Jawa Timur seperti di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan kabupaten/kota lain,” tuturnya.

Khofifah menyebut kepergian Fukuda menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi masyarakat Jepang, tetapi juga Indonesia, khususnya Jawa Timur.

“Warisan pengabdian beliau akan terus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. Doa dan simpati kami menyertai keluarga yang ditinggalkan serta seluruh rakyat Jepang,” pungkasnya.